Titik acuan ini sangat penting ... gambaran di atas tadi secara sederhana menggambarkan perbedaan informasi yang kita peroleh hanya dengan melihat sebuah titik dari tempat pengamatan yang berbeda. Titiknya sama tapi tempat pengamatannya berbeda maka hasilnya pun berbeda... Nah, kembali ke chart tadi.. titik A dan B adalah tempat pengamatan yang kita lakukan yang dibedakan atas waktu.... Jadi ketika kita mengamati titik C dari titik B, sebetulnya kita mengamati harga di titik C dan membandingkannya dengan harga di saat B terbentuk. Karena di chart kita hanya ada dua parameter yaitu Price dan Waktu maka kita sebenarnya mengamati perubahan harga berdasarkan perubahan waktu....
Titik acuan yang akan kita gunakan selanjutnya dalam analisa ini adalah Waktu... (demi waktu ..hmmmmmmmmmm) Dan ini berarti bahwa kita harus menstandardkannya.. yah jelas dong, yang namanya titik acuan harus standard dan tidak berubah, kalo enggak hasil pengamatannya juga berbeda dong... hehehehehehe dan Standard berarti harus bisa diterima secara umum dan memiliki alasan yang logis... gak sembarangan... (matematis banget...yah?). Singkatnya kita akan membagi waktu acuan ini secara umum dari tahunan, bulanan, mingguan, harian dan 8 jam. Penentuan waktu acuan ini nanti akan kita gunakan dalam penggunaan indicator-indicator yang kita gunakan dalam menganalisa.
Nah kembali ke chart GBP/USD tadi...
Kita kan sudah bicara di awal mengenai Simple Moving Average.. nah coba kita manfaatkan indicator SMA ini untuk melihat nilai rata-rata pergerakan harga GBP/USD selama 1 hari ke belakang. 1 hari, berarti kita menggunakan titik acuan satu hari untuk mengamati perubahan harga... nah karena Time Frame chart kita adalah H1 maka untuk melihat nilai SMA 1 hari maka kita akan menghitung rata-rata dari 24 candle di TF H1. Jika Anda menggunakan Matatrader, buka indicator Moving Average dan set period 24, MA Methode Simple dan Apply Price Weighted Closed (HLCC/4)... maka chart GBP/USD akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

(nanti kita lanjut....)
KG
=================
-

Sebelum kita lanjutkan, saya ingin membahas sedikit mengenai waktu acuan ini. Seperti telah saya sampaikan sebelumnya waktu acuan yang akan kita gunakan adalah tahunan, bulanan, mingguan, harian dan 8 jam-an. Mengapa kita menggunakan waktu-waktu ini sebagai acuan, sebetulnya logis saja alasannya... begini, Forex adalah dunia perdagangan yang digerakkan oleh manusia sebagai pelaku utamanya. Dan sebagaimana kita ketahui dunia bisnis atau perdagangan bekerja dengan batasan waktu sebagai acuan... makanya kita sering dengar ada laporan tahunan, bulanan, mingguan dan harian. Artinya waktu acuan yang akan kita gunakan kita sesuaikan dengan waktu acuan dunia bisnis... biar sejalan... itu alasannya deh .. biar gamblang hehehehehe...
Kembali ke chart GBP/USD yang sudah kita tambahkan SMA periode 24 untuk melihat pergerakan harga selama 24 jam terakhir (1 hari terakhir per jam nya).Apa yang bisa kita lihat di sini? Coba perhatikan bentuk pergerakan SMA dari point 1 ke 2, terlihat di sini SMA 24 naik secara tajam. Jadi kita bisa bilang bahwa trend harian pada point 1 sampai point 2 adalah Up trend. Dan dari point 2 ke 3 terlihat bahwa SMA 24 yang terbentuk cenderung datar, jadi di point ini kita bisa bilang bahwa trend dari point 2 ke 3 adalah Flat. Kemudian dari point 3 ke point 4 SMA 24 trend nya kembali UP. Dari point 4 ke point 5 SMA 24 trend nya turun. Dari point 5 ke point 6 SMA 24 trend nya naik kembali, lalu dari point 6 sampai penutupan juma't kemaren SMA 24 trend nya turun.
Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini....

(Nanti kita lanjut... mau berenang dulu sama anak-anak....hehehehe)
KG
-
-

Mari kita lanjutkan.....
Nah.. dari SMA 24 yang telah kita plot di chart GBP/USD H1, sejauh ini kita dapat informasi mengenai arah pergerakan harian yang terjadi pada GBP/USD. Apakah informasi ini cukup? hehehehehehe.. Seperti telah saya sampaikan juga di posting sebelumnya kita tidak bisa hanya menggunakan informasi yang kita peroleh dari satu titik acuan. Kita butuh beberapa titik acuan untuk melihat dan mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya...
Untuk itu kita akan menggunakan beberapa titik acuan yang telah kita tentukan dan sepakati sebelumnya.. Nah, kita juga akan melihat pergerakan GBP/USD dari titik acuan Mingguan dan Bulanan. Karena kita menggunakan SMA, maka untuk melihat pergerakan mingguan dari GBP/USD kita akan menggunakan SMA dengan periode 120 di TF H1. Mengapa 120 ? Karena satu hari sama dengan 24 jam, dan satu minggu adalah lima hari kerja berarti satu minggu sama dengan 120 jam. Nah, karena TF yang kita gunakan adalah H1 maka periode yang kita gunakan adalah 120.
Lalu untuk menggambarkan pergerakan bulanan dari GBP/USD berapa periode SMA yang akan kita gunakan di TF H1 ? hehehehehehe... jelas tinggal 120 jam di kali 4 minggu kan, jadi sama dengan 480. Maka untuk melihat pergerakan bulanan GBP/USD di TF H1, kita akan menggunakan SMA dengan periode 480. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini. Pergerakan Mingguan digambarkan oleh garis SMA 120 yang berwarna SlateBlue, dan pergerakan bulanan digambarkan oleh garis SMA 480 yang berwarna kuning.
Coba amati pergerakan Mingguan dan Bulanan ini.... informasi apalagi yang bisa kita peroleh ?

(Nanti kita lanjut..)
KG
-

Wah... ada penyusup yang asal komentar nih... hihihi ketahuan gak baca posting pertama (asal nulis kali yah...?)
kita lanjut...
Dari pergerakan harga Mingguan GBP/USD di TF H1 kita bisa melihat bahwa dari point A ke point B pergerakan mingguan trend nya naik. Lalu dari point B ke point C pergerakan harga mingguan turun dan sejak dari point C sampai harga penutupan Jum'at kemaren pergerakan mingguan GBP/USD trend nya naik. Lalu jika kita amati pergerakan bulanan (garis SMA berwarna kuning) kita bisa melihat bahwa pergerakan bulanan GBP/USD cenderung Flat.
Dari tiga titik acuan pengamatan ini coba kita analisa.. apa sih yang sedang terjadi dengan GBP/USD ? Dari pergerakan harian kita dapat melihat bahwa GBP/USD dari hari Rabu sampai Jum'at sebetulnya bergerak dalam range tertentu.. atau bahasa yang sering saya gunakan dari rabu sampai jum'at kemaren GBP/USD gak kemana-mana... masih di situ-situ saja. Coba amati kembali garis SMA 24 dari point 4 ke point 5 dan dari point 5 ke point 6... sampai harga penutupan jum'at kemaren... bukankah dari garis yang dibentuk SMA 24 kita bisa melihat dengan jelas GBP/USD hanya bergerak naik turun dalam rentang tertentu?... Nah, sekarang coba amati SMA 24 dari point 3 ke point 4, dari sini kita bisa melihat bahwa setelah bergerak cukup tajam dari point 3 ke 4, GBP/USD kemudian bergerak "seperti" sedang menstabilkan ritme pergerakannya. Meminjam istilah umum... konsolidasi katanya kondisi dari point 4 sampai penutupan jum'at kemaren.... hehehehehe... Lalu kemudian coba kita lihat pergerakan yang terjadi pada SMA 120.. dari chart kita tahu bahwa sejak tanggal 22 sampai Jum'at kemaren pergerakan SMA 120 cenderung naik secara tajam (Trend Up).. Yang menarik adalah pergerakan yang terjadi pada SMA 480 yang menggambarkan pergerakan bulanan.. gerakanya cenderung flat. hehehehe ada apa sih ini?
Sekarang saya coba kecilkan lagi chart H1 untuk melihat apa sih yang sedang terjadi dengan SMA 480 sebenarnya?

(Nanti kita lanjut)
KG
Last edited by kang_gun; 3 March 2008 at 05:35.
-

Dan ternyata setelah kita kecilkan terlihat bahwa SMA 480 tengah melakukan konsolidasi juga.. setelah melakukan gerakan penurunan yang tajam sebelumnya (Lihat garis berwarna kuning). hehehe.. jadi dari 3 pengamatan yang kita lakukan dari 3 titik acuan yaitu harian, mingguan dan bulanan apa yang dapat kita simpulkan?
Sebelum menjawabnya, coba kita ingat lagi tentang tiga pola pergerakan harga... yaitu Up, Down dan Flat. Dari ketiga pola ini... yang paling penting untuk kita amati adalah pola pergerakan Flat.. kenapa? karena dari pola ini lah pergerakan akan memulai untuk bergerak Up atau Down. Dan yang paling penting adalah pada pola pergerakan Flat secara matematis dan statistik batas-batas pergerakannya lebih mudah untuk di prediksi !!!.
Seperti telah saya sebutkan di awal... dari analisa yang kita lakukan ada dua informasi penting yang harus kita peroleh yaitu: prediksi arah pergerakan harga dan prediksi sampai dimana harga ini akan bergerak. Untuk prediksi arah dengan mengikuti arah yang di bentuk SMA 24, SMA 120 dan SMA 480 sebetulnya kita sudah dapat gambaran kemana arah akan bergerak.
Tetapi pertanyaannya kan arah SMA mana yang harus kita ikuti ?
Apakah jika semuanya menunjukkan arah yang sama maka kita dapat mengikuti arah tersebut begitu saja?
He..he...he..... nanti kita jawab..
Kembali ke masalah batas pergerakan harga, bagaimana kita dapat memprediksi batas-batas pergerakan harga saat ini? Nah, di sinilah point pentingnya.. batas-batas ibarat rambu-rambu di jalan raya.. yang membantu kita untuk memprediksi kemana arah berikutnya. Biar cepet... selanjutnya kita akan menggunakan Bollinger Bands untuk membantu kita memprediksi batas-batas ini. Indicator ini sudah ada built in di setiap platform trading yang ada saat ini. Hanya cara kita menggunakan BB ini sedikit berbeda dengan cara yang umum kita pahami selama ini. Nah, kita hanya akan menggunakan BB dengan periode yang sama dengan periode SMA yang sedang dalam kondisi pergerakan Flat. !!!!
Contohnya dalam kasus GBP/USD yang sedang kita analisa... karena dari tiga titik acuan yang kita gunakan hanya SMA 480 yang dalam kondisi flat maka kita akan menggunakan BB dengan periode 480, deviasi 2 (standard) dan apply price ke Weighted (HLCC/4). Coba sekarang kita pasang BB ini di chart GBP/USD H1 kita tadi.... untuk memudahkan saya menggunakan warna yang sama dengan SMA 480 yaitu kuning tapi type line nya saya jadikan putus-putus...
Ini gambarnya... coba amati,kira-kira semakin jelas tidak gambaran mengenai apa yang sedang terjadi dengan GBP/USD ?

(Nanti kita lanjut....)
KG
-

Biar lebih jelas... ini gambaran GBP/USD dari TF H4, tidak ada bedanya dengan H1 sebelumnya.... hanya periode yang saya gunakan berbeda :

Garis warna merah tetap sebagai garis yang menggambarkan pergerakan harian hanya SMA 6 yang kita gunakan di H4
Garis warna SlateBlue sebagai garis pergerakan mingguan hanya SMA 30 yang kita gunakan di H4
Garis warna kuning sebagai garis pergerakan bulanan hanya SMA 120 yang kita gunakan di H4
Garis warna biru adalah pergerakan tahunan dengan SMA 1440 di H4.
Garis kuning putus-putus adalah BB 120 di H4...
Garis biru putus-putus adalah BB 1440 di H4...
Makin jelas bukan sekarang keadaan atau peta perjalanan GBP/USD...coba amati dulu deh....
KG
-

Nah.. mengapa kita menggunakan Bollinger Bands untuk menghitung atau melihat batas-batas pergerakan harga? Detail mengenai indicator Bollinger Bands dapat Anda baca di www.bollingerbands.com di sana secara teknis dijelaskan semuanya.. pokoknya detailnya Anda baca di sana deh. he..he..he... Tetapi satu alasan mengapa kita menggunakan BB untuk melihat batas-batas pergerakan adalah karena BB menghitung Standard Deviation dari SMA dengan periode tertentu.
Lalu makanan apa sih Standard Deviation itu? Standard Deviation dalam bahasa indonesia nya di kenal dengan istilah Simpangan Baku, maksudnya adalah derajat atau batas dimana nilai dari sekelompok data berada. Nah, Standard Deviasi yang umum digunakan adalah nilainya 2. Mengapa 2 ? Jadi ada ceritanya nih kenapa digunakan 2... pokoknya ringkasnya dari hasil perhitungan statistik terhadap sekelompok data diketahui bahwa 96.5% nilai-nilai dari sekelompok data yang di amati akan berada pada range perhitungan dengan Standard Deviation 2. Jadi itulah alasan mengapa kita akan menggunakan BB untuk penentu batas-batas pergerakan harga, karena dengan defenisi ini dapat kita simpulkan bahwa ketika harga menyentuh level BB Upper line atau BB Lower line maka hal tersebut mengindikasikan bahwa (kemungkinan) pergerakan harga akan berbalik. Tetapi perlu saya garis bawahi di sini bahwa... hal ini berlaku untuk data yang bergerak statis bukan dinamis.. itulah salah satu alasan mengapa saya hanya menggunakan BB pada titik acuan pergerakan harga yang sedang dalam kondisi Flat.
(cerna dulu deh... biar paham ok.. nanti kita lanjut)
KG
-

Berarti BB yang akan kita gunakan periode nya harus selalu sama dengan periode titik acuan pergerakan SMA yang kita gunakan dong? Yup ... bener banget periodenya sama dengan periode SMA yang kita gunakan sebagai titik acuan. Dan kita hanya menggunakan BB jika ada titik acuan pergerakan yang kondisinya Flat saja, jadi kita tidak akan menggunakan BB pada saat pergerakan SMA yang kita gunakan sedang dalam keadaan trending.
(ini ada yang nanya di PM)
Mari kita lanjutkan....
Dari BB 480 yang kita plot di chart TF H1 GBP/USD perhatikan bahwa sejak tanggal 22 Januari GBP/USD bermain-main di area BB 480. Dan kondisi harga saat ini GBP/USD sudah menyentuh upper line BB 480... kita lihat SMA 480 juga masih dalam kondisi flat. Pertanyaannya, apakah GBP/USD sudah mencapai pergerakan maksimumnya berdasarkan titik acuan SMA 480 ? Nah, dari teori tentang Standard Deviation tadi kita tahu bahwa harga sudah mencapai 96.5% dari harga yang mungkin dicapai GBP/USD berdasarkan SMA 480....
Lalu apakah kita bisa langsung memprediksi bahwa harga akan bergerak turun jika harga saat ini sudah berada di bawah Upper Line BB 480 kembali? Kita tidak bertindak berdasarkan posisi harga tetapi kita tetap menggunakan titik-titik acuan untuk mengambil tindakan. Jadi kita bisa memprediksi harga akan bergerak turun jika SMA 24 yang menggambarkan pergerakan harian juga bergerak turun atau garis SMA nya mengarah ke bawah (Pointing Down).
Lalu bagaimana kita tahu bahwa harga tidak akan berbalik ke atas atau naik kembali? Amati garis SMA 24.... kita bisa memprediksi bahwa harga akan bergerak naik hanya jika garis SMA 24 menembus Upper Line BB 480. Perhatikan ketika harga bermain-main di area BB 480, bukankah SMA 24 tidak pernah menembus Upper atau Lower BB 480 ? INGAT SMA 24 menggambarkan pergerakan harian !!!
Lalu seandainya turun berapa jauh harga akan turun? Yang jelas target pertama kita adalah SMA 480... tetapi kita baru bisa memastikan harga akan bergerak kesana jika harga berada di bawah SMA 120 dan SMA 24 juga berada di bawah SMA 120.
(segini dulu... nanti kita lanjut yah...)
KG
-

Nah secara ringkas kita sudah dapat informasi mengenai arah dan batas-batas pergerakan harga... ini sesuai dengan tujuan analisa kita. Lalu kapan kita OP nya ? hehehehhehe... ini dia ... Nah, dari contoh GBP/USD dengan kondisi saat ini... kita tahu bahwa kita akan BUY jika harga berada di atas Upper Line BB 480 dan SMA 24 menembus atau melewati Upper Line BB 480. Dan kita akan SELL jika harga kembali berada di bawah Upper Line BB 480 dan SMA 24 mengarah kebawah.
Wah... telat dong kalo nungguin SMA 24 ? Mungkin ini pertanyaan komentar yang paling sering kita dengar... he..he...he... Tapi satu hal yang saya sadari bahwa .. dulu pertama kali menjalankan bisnis forex ini saya sering menanyakan hal yang sama ke mentor-mentor saya dulu... qqqqqqqqqqqq artinya apa yah ???? hahahahahahahahahahahahaha................ Jawab sendiri dalam hati deh..
OK... di awal saya juga menyampaikan kita akan menggunakan atau melihat pergerakan harga per 8 jam-an. Nah di saat kita sudah punya hasil analisa lah kita akan menggunakannya untuk membantu kita OP... Nah.. untuk melihatnya di chart H1 GBP/USD kita plot saja SMA 8 (lihat gambar garis berwarna putih). Nah.. kita dapat menggunakan crossing SMA 8 dan SMA 24 sebagai saat yang tepat untuk OP.
Nih.. gambarnya .....

(nanti kita lanjutkan....)
KG
-

Apakah kita dapat juga menggunakan SMA 4 untuk memonitor pergerakan dan menggunakannya saat crossing dengan SMA 24 di H1 sebagai tanda untuk Entry ? Boleh-boleh saja.... artinya kita menggunakan perbandingan rata-rata pergerakan 4 jam dan pergerakan harian untuk menentukan saat Entry. Ini sepenuhnya tergantung trader itu sendiri tetapi saya sendiri sering menggunakan crossing SMA 4 dan SMA 8 di H1 untuk titik entry. Yang terpenting adalah kita sudah punya bahan analisa... sehingga crossing crossingan hanya kita gunakan untuk memastikan Entry dan Exit saja. Bahkan kalo mau kita juga bisa menggunakan crossing SMA 1 dan SMA 2 buat OP... kenapa tidak? asal yakin dan tahu resikonya saja.. itu yang terpenting.
Lalu bagaimana dengan SL dan TP ?
Nah.. untuk menentukan SL biasanya saya menggunakan Upper/Lower line BB yang saya gunakan sebagai dasar menentukan batas-batas pergerakan price. Jadi kalo saya entry Sell maka saya menggunakan Upper Line BB yang jadi batas ditambah spread + 1 point sebagai SL. Dan TP saya menggunakan middle BB sebagai target pertama... tetapi kadang saya hanya membiarkannya tanpa TP dan Exit berdasarkan crossing SMA 8 dan SMA 24.
Nah... sejauh ini saya pikir cukup jelas basic analisa yang biasa saya lakukan.. semuanya berdasarkan perhitungan matematis dan statistik saja. Mungkin itu saja dulu materi saat ini.... berikutnya kita akan bahas gimana masuk di tengah trend dan lain sebagainya. Nah... sekarang saya mengizinkan temen-temen untuk bertanya... boleh lah nulis komentar atau pertanyaan... dan saya akan mencoba menjawabnya sebisa mungkin dan sejelas-jelasnya.... seandainya saya tidak bisa menjawab saya akan berusah mencarikan jawabannya baik dari mentor-mentor saya maupun sumber-sumber lainnya.... Tapi biar gak melenceng jauh gimana kalo pertanyaan-pertanyaan nya seputar materi yang kita bahas ini saja dulu. Atau jika ada temen-temen yang pengen sharing trading live dengan metoda analisa ini dan menggabungkannya dengan Trading System yang biasa temen-temen gunakan juga boleh....
Saya tunggu postingannya....
Thanks
KG
-

Kang gun, saya mau kasih jempol.
Saya sudah membaca dan mencoba mempraktekkan di gbuusd (msh floating) dan eurusd (sdh closed) dan arah pergerakannya sesuai dan masih terus bergerak kearah sana.
GbpUsd --> OP sell 1.9850 TP=1.9650 (Middle BB 1.9634) sementara +20an pips
Untuk EurUsd saya memakai prinsip BB dan LWMA dengan period standart dari kang gun, lalu saya cari di tf yg lain2 untuk mencari MA 24,120 atau 480 yang sedang sideway, lalu op seperti kang gun ajarkan.
TF 15M, LWMA 120
OP sell= 1.5220 TP =1.5170 +50pips
Apakah menurut anda hal seperti EurUsd itu dan pair2 yg lain bisa/boleh? apakah hasilnya juga akan bagus untuk jangka panjang menurut anda?
Thx
Last edited by Goen; 3 March 2008 at 18:03.
==========================
Di TF manapun bisa bro...Tinggal di konversi saja..
untuk M15:
SMA 32 ==> 8 jam an
SMA 96 ==> harian
SMA 480 ==> mingguan
SMA 1920 ==> Bulanan
KG
=================
Jadi misalkan settingan nya di h1 SMA 24.... kan ini untuk melihat trend 24 jam kebelakang.. Nah kalo ini kita pindahkan ke TF 15 berarti kita sedang melihat trend 15 menit x 24 = 360 menit = 6 jam kebelakang. Begitu juga dengan settingan yang lain.... Karena perbandingan antara tiap SMA tetap berarti yah itu tadi sama dengan kita memperkecil skala saja...
OK.. bro asal paham saja... itu bukan kebetulan. Saya juga sering melakukan seperti itu asal kita tetap membaca trend di TF acuan. Nah, Konversi kita lakukan untuk melihat trend acuan di TF yang kita sukai saja...
Teknik pindah TF itu salah satu trik untuk melihat kondisi lebih dini... sehingga kita bisa masuk atau exit dengan pas..
KG
============NEXT
Aplikasi GJ pagi ini...
Pagi ini saya mencoba OP di GJ dengan TF acuan M15...:
SMA 96 trend harian (Magenta)
SMA 480 trend mingguan (Kuning)
SMA 1920 trend bulanan (Lime)
Trend mingguan dan bulanan menunjukkan kondisi Down bahkan diperkuat dengan posisi trend mingguan sudah berada di bawah trend bulanan....
Berdasarkan statistik posisi trend bulanan jika kita perhatikan garis SMA 1920 sebetulnya masih dapat di bilang flat.. sehingga pergerakan di range BB 1920 (garis putus-putus Lime) masih bisa kita anggap sebagai batas-batasnya. Untuk memperjelas saya membuat dua BB 1920 dengan SD 2 dan SD3...
GJ.. jika kita amati dari perjalanannya beberapa hari kebelakang sedang mengalami penurunan yang tajam dan saat ini price sedang konsolidasi..menuju garis SMA 96. Garis SMA 96 pun tampaknya setuju.. dan mulai terlihat bergerak datar.... untuk maka saya tambahkan BB 96 (garis putus-putus Magenta) untuk membuat batas gerakan normal harian.
Melihat kondisi ini... saya mengambil kesimpulan bahwa kemungkinan GJ akan bergerak naik terlebih dahulu... ini diperkuat dengan posisi harga yang cenderung mulai berada di atas SMA 96... dan batas maksimum pergerakan Down bulanan berdasarkan BB 1920 sudah mencapai titik jenuh.
Saya mencoba OP Buy... dengan target pertama Upper Line BB 96... dan Target kedua SMA 1920. Cut Loss dan membuka posisi SELL hanya akan saya lakukan jika garis aqua, purple dan orange (SMA 8, SMA 16 dan SMA 32) berada di bawah SMA 96.
KG

Close +50
Nunggu aja deh.... harga masih bermain di area BB 96
Last edited by kang_gun; 4 March 2008 at 15:01.
====================NEXT
Mari kita lanjutkan materi nya....
OK... mungkin cukup yah bincang-bincangnya
sekarang mari kita lanjut ke Bab berikutnya.....
dan untuk ketertiban dan kenyamanan kita membaca bab selanjutnya, SAYA MOHON TEMAN-TEMAN UNTUK TIDAK MEMBUAT POSTINGAN TERLEBIH DAHULU SAMPAI PEMBAHASAN INI SELESAI....
Terimakasih,
KG
-

Sejauh ini kita sudah membahas bagaimana menganalisa pergerakan harga dan menentukan batas-batas pergerakannya. Saya akan coba ringkas dan simpulkan apa yang sudah kita bahas:
1. Kita dapat mengikuti kecenderungan arah pergerakan harga dengan mengamati nilai rata-rata pergerakan harga berdasarkan titik acuan (titik pengamatan) tertentu yang telah kita tentukan dan kita gunakan sebagai standard analisa kita. Dalam pembahasan ini kita menggunakan pergerakan rata-rata harian, mingguan, bulanan dan tahunan sebagai titik acuan.
2. Harga selalu bergerak secara dinamis mengikuti laju permintaan dan penawaran yang terjadi di market sehingga membentuk pola tertentu. Pola pergerakan harga ini untuk menyederhanakan kita bagi atas tiga jenis saja, yaitu: Pola pergerakan naik (Up Trend), Pola pergerakan turun (Down Trend) dan Pola pergerakan normal (Flat Trend).
3. Prediksi batas-batas pergerakan hanya dihitung berdasarkan rata-rata pergerakan acuan yang sedang bergerak dengan pola pergerakan normal (Flat Trend). Perhitungan batas-batas ini dilakukan dengan menghitung Standard Deviation dari nilai rata-rata pergerakan acuan.
Dari apa yang sudah kita peroleh ini, artinya secara umum kita sudah dapat gambaran atau peta perjalanan mata uang yang akan kita ikuti. Nah, selanjutnya kita akan bahas bagaimana kita masuk dan mengambil keuntungan dari pergerakan yang dibentuk oleh harga.
(nanti siang kita lanjut yah... mau maem dolo... hehehehehe)
KG
-

Kita lanjut yah...
Nah.. dari pembahasan sebelumnya saya sudah jabarkan juga bagaimana kita menggunakan SMA untuk mengamati pergerakan harga dan menggunakan BB untuk membuat batas-batas pergerakan harga. Pertanyaan selanjutnya yang paling ditunggu-tunggu adalah bagaimana kita mengambil keuntungan dari hasil analisa yang telah kita miliki? Atau.. pertanyaan saya dulu yang sering saya lontarkan biasanya.. kapan OP nya neh?... di harga berapa? ... Jam berapa?... hehehehehehehehehehe... (Jadi inget 6 tahun yang lalu...)
Nah.... kunci pertama yang sering saya gunakan adalah.... "saya tidak akan naik bus kota dengan melompat pada bus kota yang sedang melaju, tetapi saya akan menunggunya di halte-halte atau tempat-tempat yang akan di singgahinya untuk berhenti mengangkut penumpang" .. Begitu juga dengan trading yang akan kita lakukan... Lalu di mana halte nya dong? hehehehehehehehehehe.. emangnya bus kota
Begini... seperti kita pahami harga bergerak dengan dua pola yaitu pola trending dan pola flat. Kita menyebutnya trending jika pergerakan harga secara dramatis bergerak naik atau turun dan kita akan menyebutnya flat jika pergerakan harga yang terjadi bergerak dalam rentang yang relatif kecil (sehingga kita bisa menyebutnya datar) tentu saja berdasarkan titik acuan pengamatan yang kita gunakan. Jika kita amati dari berbagai titik acuan pengamatan maka kita akan menemukan bahwa kedua pola ini seperti saudara kembar yang tidak bisa dipisahkan. Coba amati chart pair apa saja. lalu plot SMA berapa saja.... pasti Anda akan menemukan bahwa setelah bergerak up/down maka SMA tersebut akan bergerak mendatar baru kemudian bergerak up/down lagi... selalu begitu berulang-ulang... Nah ini adalah keadaan yang bisa kita manfaatkan untuk trading kita nanti...
(Segini dulu... nanti kita lanjut)
KG
-

Kita lanjutin..
Gerakan trending dan flat yang kita lihat pada pergerakan harga sebetulnya menunjukkan atau menggambarkan perilaku para pelaku pasar yang menggerakkan nilai mata uang tersebut. Ketika trending artinya para pelaku pasar sedang melakukan transaksi dalam satu arah pada rentang waktu dimana keadaan trending tersebut terjadi, sedangkan situasi flat terjadi ketika transaksi yang dilakukan para pelaku pasar berimbang komposisinya.
Seperti yang telah saya sampaikan juga, setelah mengamati pergerakan harga dari beberapa titik acuan yang telah kita tetapkan. Selanjutnya kita mencari pergerakan dari titik acuan ini yang pola nya Flat, dan setelah kita menemukannya lalu kita membuat batas-batas dengan menggunakan BB di mana periodnya sesuai dengan period SMA yang pergerakannya Flat tadi. Nah, selanjutnya kita menggunakan Upper Line dan Lower Line BB ini sebagai titik Entry. Prinsipnya di sini sederhana kita Buy jika price telah menyentuh, hampir atau melewati Lower Line BB dan kemudian terlihat bergerak memantul atau berbalik ke arah Middle Line BB. Dan kita Sell jika price telah menyentuh, hampir atau melewati Upper Line BB dan kemudian terlihat bergerak memantul atau berbalik ke arah Middle Line BB.... INGAT prinsip ini hanya berlaku jika BB Flat !!!!!
Contohnya seperti GBP/USD hari ini ... (Lihat gambar di bawah)

Ini adalah chart D1.... dimana:
Garis Merah = SMA 5 (Mingguan)
GarisBiru = SMA 20 (Bulanan)
Garis Kuning = SMA 240 (Tahunan)
Garis Biru putus-putus = BB 20 (SD 2)
Garis Kuning putus-putus = BB 240 (SD 2)
Perhatika SMA 20 dan SMA 240 terlihat Flat... dan sebetulnya pergerakan rata-rata harian pun flat juga... Nah, berdasarkan prinsip-prinsip yang sudah saya jelaskan tadilah OP Sell GBP/USD saya lakukan. Contoh ini menggunakan D1... karena saya sedang mencoba bermain Long Term hehehehehehe.... targetnya terserah pergerakan price saja... Tetapi seperti saya jelaskan sebelumnya kita juga bisa menggunakan TF mana saja untuk menganalisa, yang kita lakukan tinggal mengkonversi pergerakan acuan ke period SMA nya saja.
(Segini dulu nanti kita lanjut...)
KG
-

Nah... ini contoh EU kemaren (Lihat postingan sebelumnya)
Posisi ini saya ambil dari M15.... untuk contoh pembahasan berikutnya..
KG

-

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah hanya batas-batas yang sudah kita tentukan yang menjadi tempat atau point kita untuk Entry ? Bukan, batas tersebut hanyalah rambu-rambu yang memberitahu kita level-level yang bakal jadi titik perhatian kita. Nah, di sinilah kita perlu trick sederhana untuk melihat kapan saat entry yang pas... karena kalau menunggu SMA untuk pergerakan harian, mingguan, bulanan atau tahunan berubah arah maka kita akan banyak kehilangan momen atau kesempatan.
Lalu bagaimana caranya? Mudah, kita tinggal memonitor pergerakan harga dengan menggunakan titik acuan yang lebih kecil rentang waktunya. Contohnya, kita bisa memonitor pergerakan harga dengan bantuan SMA 4 di H1. Artinya kita memonitor pergerakan harga yang terjadi dalam rentang 4 jam terakhir... Biat jelas lihat gambar di bawah ini.... Pada gambar dibawah saya menggunakan SMA 4 Close (warna Aqua) dan SMA 4 Open (warna Ungu) untuk melihat arah pergerakan harga dalam rentang waktu 4 jam terakhir...
Mengapa 4 jam? Sebetulnya ini terserah Anda.. tapi saya memilah SMA 4 di H1 untuk memonitor pergerakan harga lebih detail, alasannya adalah karena di seluruh dunia working hours rata-rata adalah 8 jam per hari... dan selama 8 jam kerja tersebut ada jeda atau selang waktu untuk istirahat.. Jadi dengan memilih SMA 4 untuk memonitor pergerakan harga secara lebih detail bagi saya cukup logis dan masuk akal. Bukankah pasar digerakkan oleh manusia juga? hehehehehehe

Coba perhatikan point-point yang saya beri tanda panah dan tanda jempol di atas... Kondisi titik acuan yang berada dalam kondisi Flat adalah SMA 24 (harian)... sebagaimana prinsip di atas.. kita hanya akan Sell jika price sudah menyentuh, hampir atau melewati Upper line BB 24 dan berbalik kembali ke arah Middle line baru kita Entry Sell... lihat dengan bantuan SMA 4 Open & Close kita bisa mendapatkan titik entry yang cukup aman.... Begitu juga untuk posisi Buy nya...
Perlu di pahami di sini bahwa SMA 4 Open & Close di H1 bukan pengambil keputusan untuk ENTRY.... maksudnya tidak setiap kali kedua SMA 4 ini crossing atau bersilangan kita ENTRY... Crossing nya kita gunakan untuk ENTRY setelah analisa pergerakan dan penentuan batas-batas sudah kita lakukan.... Jadi jangan bilang bahwa SMA 4 Close & Open banyak false signalnya... hehehehehe banyak false signal kalo makenya hanya base on crossing qqqqqqqqqqqqqqqqq
Tapi untuk mencari posisi Entry ini Anda bisa menggunakan indicator apa pun yang Anda suka... tentu saja setelah Anda melakukan analisa pergerakan sebagaimana yang saya sampaikan sebelumnya....
(udah dulu... lagi menikmati ijooooooooooooooooooo semua neh...)
KG
Last edited by kang_gun; 6 March 2008 at 12:05.
==========next.......CAPEEK????ISTIRAHAT DULU
Contoh EURUSD
Pagi ini di EURUSD saya mencoba mengambil posisi SELL
Posisi WMA 96 juga Flat... harga memang belum mencapai Upper BB 96.. tetapi keputusan SELL saya ambil dengan mengamati pergerakan WMA 4 (satu jam an.. warna merah) dan melihat kondisi USDCHF...
Target pertama Lower BB 96.. tetapi sama, perhatian akan saya tujukan di WMA 96... jika price tidak berhasil melewati WMA 96 saya akan close posisi...
KG

OKE....LEBIH KOMPLITNYA silahkan anda langsung ke TKP,karena begitu bermanfaatnya threads ini
maka saya kopas dari sumber aslinya:
http://www.forexindo.com/forum/attachments/analisa-teknikal/61d1204861911-belajar-menganalisa-chart-ala-kg-kg-ma.zip
disini